Tuan
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Hahaha
bisa-bisanya saya mengucapkan lafadz Nya padahal hendak melakukan sesuatu yang "meragukan"
Saya tau dan saya paham, kegiatan saya ini merupakan salah satu bentuk meragukan takdir. Tapi saya bisa apa. Sejauh ini, hanya ini yang mungkin bisa melepaskan sedikit keresahan. Do'akan saja Tuhan akan memaafkan ini.
Entah sudah berapa kali hembusan berat malam ini terlepas. Sedang untuk membulatkan tekad menjauhi dunia ini saja saya sudah kesulitan. Aneh bukan?
Saya memang masih sendiri, namun pernah tidak kalian berpikir, bahwa suatu saat kalian akan benar-benar kehilangan kendali atas diri serta hidup kalian?
Sadar bahwa semua tidak mungkin berjalan sesuai kehendak saya, bertingkah sesuai keinginan saya, juga berdasarkan akal dan nafsu saya. Tapi apakah tidak mungkin diri ini mendapatkan hadiah, barang sekecil senyuman atau kepercayaan untuk dedikasinya?
Ada satu teori yang diungkapkan manusia lain, bahwa hidup ini tentang mendapatkan dari apa yang diberi. Orang lain akan menyebut ini " Take and give". Hingga hari ini, saya masih mengamalkan teori ini. Hingga saya tenggelam dalam pusaran hitam teori yang saya agung agungkan itu. Suatu saat tuan yang jauh disana mengingatkan saya bahwa tak semua orang pantas untuk diberi. Walau begitu, hidup seharusnya tak pandang bulu, karena bala pun tak pandang siapa dirimu.
Kamis Malam, Terminal lama.
Sungailiat, 4 Maret 2021

Comments
Post a Comment